Berita
Senin, 30 Maret 2009 18:04:37
Diknas sebar mahasiswa tingkat akhir ke SMK
Kategori: Pendidikan (267 kali dibaca)
"Sedikitnya 700 mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi swasta dan negeri akan diterjunkan sebagai pengajar di SMK selama 6 bulan. Program tahun lalu kami terjunkan sekitar 700 mahasiswa juga telah menyelesaikan program ini dan sedikitnya 15% dari jumlah itu setelah tamat kembali ke SMK karena direkrut langsung oleh pemda setempat sebagai calon pegawai negri sipil," kata Joko Sutrisno, Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Depdiknas, pagi ini.
Pada 3 tahun terakhir pertumbuhan SMK memang luar biasa, ujarnya, sehingga perlu dilakukan berbagai terobosan untuk memenuhi kekurangan tenaga pengajar. Apalagi alih tekhnologi berbagai produk manufaktur, elektronik, IT, otomotif dan pertanian terutama dari China yang banyak digunakan sebagai peralatan kerja siswa SMK juga membutuhkan tenaga pengajar siap pakai.
Ratio siswa antara SMK dan SMA tahun 2008/2009 ini akan menjadi 50:50 dari tahun sebelumnya yang 46:54. Jumlah SMK dari 6.700 menjadi 7.800 dengan jumlah siswa yang juga meningkat dari 3,21 juta tahun lalu menjadi 3,9 juta orang.
"Konsekuensi dari pertumbuhan SMK yang demikian cepat, kebutuhan pengajar juga mendesak dari tahun lalu 175.000 orang, kini kita butuh 217.000 pengajar," ungkap Joko.
Menurut dia, para mahasiswa tingkat akhir ini bisa mengajar untuk siswa maupun membimbing guru SMK terutama di pedalaman dan daerah perbatasan untuk memahami IT dan alih tekhnologi tersebut.
Seperti diketahui, ujarnya, siswa SMK di Tanah Air kini telah mampu membuat mobil, sepeda motor, merakit CNC sebagai induk pembuat berbagai peralatan mesin, membuat beragam suku cadang otomotif, komputer, laptop, LCD, handtractor dan barang elektronik lainnya. Mereka juga memiliki beragam bisnis perakitan, perkebunan, pertanian, peternakan dan usaha ritel yang maju.
Siswa SMK di Lampung, Surabaya dan beberapa kota lainnya telah menghasilkan handtracktor multifungsi menggandeng pihak industri dengan produk merek Almas. Di Klaten, SMK memiliki peternakan ayam, di Jember� dan Bali sejumlah SMK membuat peternakan bebek, pertanian melon di Slawi, budi daya rumput laut di Cianjur, Cirebon dan Bali.
"Jadi siswa SMK umumnya sudah siap terjun ke berbagai bidang bisnis dibimbing oleh para ahli dari kalangan industri maupun peran serta perguruan tinggi," ungkapnya.
Adisyahputra, dosen pembimbing dari Universitas Negeri Jakarta, mengatakan pada program tahun lalu telah mengirimkan 100 mahasiswa untuk mengajar di SMK ke seluruh Kalimantan, termasuk di wilayah perbatasan di Nunukan. "Tahun ini kami hanya mengirim 75 mahasiswa ke Lampung, Banten dan Kalimantan Selatan dari jurusan MIPA dan Ekonomi. Program ini selain menjadi bagian dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) juga bisa untuk bagian dari penyelesian tugas akhir skripsi syaratnya mahasiswa yang berangkat sudah mengantongi 120 SKS," katanya.(yn) (Webmaster)
Komentar Terkini (0 komentar)
Belum ada komentar

